itu adalah tanda redha..
aku mensyukuri setiap yg kau beri..
kerana itu tanggunganku..
aku selalu ikhlas, ia menjernihkan hatiku
aku memeperkatakan yg baik2..kerana ia pemanis akhlakku..
aku bersangka baik..untuk mengelakkn fitnah..
aku tak perlu rasa runsing...kerana aku tak memerlukannya..
aku menyayangi setiap makhluk..kerana kasih sayang lah yg menyatukan
aku adalah yg menikmati!!
setiap detik saat hidupku..
aku HANya hidup dalam gembira..
2:05 a.m khamis 29112007
kisah segelas air
1) seorang yg berimpian besar!! ( nak bela lembu, jadi org kaya,kawin ngn tuan puteri..OHH!!)
2) suka menolong (walaupun mengharap balasan tetapi dia sedia membantu nenek tua tersebut bandingkan ngn upah yg x seberapa; telur ayam saja!!)
3) brani ( aku kate brani sebab dia bersedia utk berkongsi impiannya pada org len..bkn sume org leh wt cm ni!!-korang takut kne gelakkn..)
mat jenin dr satu perspektif: negatif
1) pemalas!! (biasa la kita sume pon pemalas gak kn..hahaha)
2) suka berangan..( pe beza berangan ngn berimpian)
3) tade..aku tatau nak komen pe dh..sbb aku dh block sume negatif side yg ada pada mat jenin,aku dh anggap die ni cm idola aku...sowi la pada sape2 yg takleh time positif side mat jenini ni...
p/s- knp perlu memikir yg negatif..sekiranya yg positif lebih baik utk d kenang?
8 hb oktober 2007
Sukses Berkat Kekuatan Imajinasi
Pembaca, jangan meremehkan imajinasi. Imajinasi bukanlah gambaran kosong atau angan-angan tanpa isi. Sejarah telah membuktikan banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa. Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan. Albert Einstein pernah mengatakan, “Energi mengikuti imajinasi”. Tentu saja, Einstein serius dengan ucapannya. Apalagi Einstein mengamini hukum kekekalan energi. Dia sendiri mengaku telah membuktikannya saat dia ditanya bagaimana dia mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler, dia menjawab imajinasinyalah yang menjadi salah satu bahan bakar dari idenya itu.
Lantas, bagaimanakah imajinasi yang dihasilkan pikiran kita bekerja? Pada prinsipnya, perlu Anda sadari, pikiran kita adalah sebuah
magnet yang luar biasa. Pikiran kita mampu menjadi otopilot atas apa yang ingin kita wujudkan, yang kita cita-citakan bahkan yang sekadar kita imajinasikan.
Setiap orang boleh mempunyai mimpi akan masa depan. Mimpi menjadi seorang penulis hebat, misalnya, atau menjadi sastrawan, insinyur, dokter, dan sebagainya. Dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan imajinasi berperan. Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.
Untuk mudahnya, pembaca, ada dua kisah tentang kekuatan imajinasi yang ingin saya ceritakan di sini. Pertama, kisah hidup Mayor James Nesmeth, seorang tentara yang doyan main golf. Dia begitu tergila-gila dengan golf. Tapi sayang sekali, sebelum menikmati kesempatan itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara.
Sungguh sial, saat di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap, kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya.
Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan
imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.
Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara. Namun, ada yang menarik saat dia mulai bermain golf kembali untuk
pertama kalinya. Ternyata, Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih. Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya. Nah, inilah kekuatan imajinasi itu.
Kisah kedua adalah cerita tentang Tara Holland, seorang gadis yang bermimpi menjadi Miss America sejak kecil. Pada 1994, dia berusaha menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya, dia hanya menyabet runner-up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba, tapi lagi-lagi hanya di posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk berhenti.
Bulatkan tekad
Tapi, dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke negara bagian lain, Kansas. Pada 1997, dia terpilih menjadi Miss
Kansas. Dan di tahun yang sama, dia berhasil menjadi Miss America! Yang menarik, adalah saat Tara diwawancarai setelah kemenangannya, Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin menyerah setelah dua kali kalah di Florida.
Tapi, tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian, dia membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari tentang Miss Pagent, Miss Universe, Miss America, dan sebagainya. Dia melihatnya berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan tertinggi, Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.
Satu lagi yang menarik dari wawancaranya adalah saat dia ditanya apakah dia merasa canggung saat berjalan di atas karpet merah. Dengan mantap, Tara Holland menjawab, “Tidak sama sekali. Anda mesti tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”
Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah berjalan ribuan kali di panggung, sementara dia baru pertama kalinya mengikuti kontes. Tara menjawab, “Saya sudah berjalan ribuan kali di panggung itu…dalam pikiran saya.”
Pembaca, dua kisah nyata di atas menceritakan tentang kekuatan imajinasi. Kita memujudkan apa yang kita lihat dalam pikiran kita.
Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu.
Kekuasaan boleh memenjarakan fisik, membungkam mulut, tetapi sama sekali tidak bisa memasung imajinasi kita. Dengan kekuatan
imajinasi, masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-citakan.
Dengan imajinasi, kita bisa menjadi tuan atas takdir kita, I am the master of my fate. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya.
Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya, jika kita terlalu banyak membayangkan yang buruk dan negatif, kita menarik energi negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya.
Pepatah Latin mengatakan, Fortis imaginatio generat casum, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Dengan demikian, jangan sia-siakan kekuatan imajinasi dalam diri kita. Imajinasi mampu menjadi kendaraan kita menuju apa saja yang kita mimpi dan cita-citakan.
Imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi kita untuk mewujudkannya. Dalam aplikasi sehari-hari, dengan imajinasi, kita membayangkan hal-hal positif yang akan kita lakukan dan membayangkan hal-hal positif yang akan terjadi. Betapa kita akan melihat langkah dan tindakan kita mulai mengarah pada apa yang kita bayangkan. Dan…the dreams will come true!
Sumber: Sukses Berkat Kekuatan Imajinasi oleh Anthony Dio Martin, Psikolog, penulis buku best seller EQ Motivator, dan Managing
Director HR Excellency
Colbie Caillat - Bubbly lyrics
| Artist: Colbie Caillat Album: Coco Year: 2007 Title: Bubbly | |
V1: I've been awake for a while now
you've got me feelin like a child now
cause every time i see your bubbly face
I get the tinglies in a silly place
C: It starts in my toes
makes me crinkle my nose
where ever it goes I always know
that you make me smile
please stay for a while now
just take your time
where ever you go
V2: The rain is fallin on my window pane
but we are hidin in a safer place
under the covers stayin safe and warm
you give me feelins that i adore
C: It starts in my toes
makes me crinkle my nose
where ever it goes
i always know
that you make me smile
please stay for a while now
just take your time
where ever you go
B: What am i gonna say
when you make me feel this way
I just........mmmmmmmmmmm
C: It starts in my toes
makes me crinkle my nose
where ever it goes
i always know
that you make me smile
please stay for a while now
just take your time
where ever you go
V3: I’ve been asleep for a while now
You tucked me in just like a child now
Cause every time you hold me in your arms
Im comfortable enough to feel your warmth
C: It starts in my soul
And I lose all control
When you kiss my nose
The feelin shows
Cause you make me smile
Baby just take your time
Holdin me tight
Where ever, where ever, where ever you go
Where ever, where ever, where ever you go…
Angan-angan mat jenin 2
p/s- entri yg akan datang hanyalah pandangan peribadi aku semata-mata..
Riwayat Mat Jenin ( kisah asal)
Syahadan, maka tersebutlah kisah seorang pemuda yatim piatu yang dikenali sebagai Mat Jenin. Pemuda itu hidup sebatang kara di sebuah desa di gerubuk peninggalan ibubapanya. Gerubuk itu teramatlah daifnya dengan dindingnya yang senget dan atap rumah yang bocor apabila hujan turun dengan lebatnya. Akan tetapi semua itu tidaklah dipedulikan oleh Mat Jenin kerana dia amat malas membuat kerja. Malah untuk membaiki gerubuk pusaka itu pun tidak di pedulikannya, kerjanya pula sehari-hari hanyalah memasang angan-angan.
Maka mashyurlah seluruh daerah itu tentang tabiat dan perangainya itu menjadi buah mulut orang. Akan apabila Mat Jenin berasa lapar, pergilah ia ke kedai makan dan duduk menunggu di situ, kalau-kalau ada orang yang baik hati yang akan menanggung makan-minumnya. Maka kalau ada sesiapa yang ingin
berseronok, segeralah dia menegur Mat Jenin bertanyakan angan-angannya yang terbaru. Mat Jenin pun bersegeralah menceritakan angan-angannya itu tanpa bertangguh lagi, apatah lagi jika yang menegur itu pula menyuruh dia meminta apa-apa makanan yang diingini, maka Mat Jenin akan bercerita sehingga
sehari suntuk tidaklah dia mahu berhenti.
Apabila kerbau sudahpun balik ke kandang, ayam dan itik pulang ke sarang, api menyala di dian, barulah dia balik ke gerubuk buruknya itu untuk tidur. Angin ribut yang bertiup pun tidak dibimbangnya, malah jikalau gerubuk buruknya bergegar dipukul angin, dia hanyalah menarik kain selimutnya dengan lebih rapat lagi sambil berangan-angan, katanya jikalaulah roboh gerubuk itu, tentulah jiran-jiran sekeliling akan membantu dia membina rumah baru. Jadi tidaklah lagi dia perlu bersusah-payah membaiki teratak buruk itu.
Akan begitulah kerja Mat Jenin itu sehari-hari. Jika apabila tidak ada orang yang hendak membayar makan-minumnya barulah dia mencari kerja. Tetapi kerja yang dibuatnya pula dipilih-pilih, tidaklah dia ingin membanting tulang di sawah padi kerana panas, ataupun pergi menangkap ikan kerana mabuk katanya. Oleh itu apa yang sanggup dilakukan oleh Mat Jenin hanyalah memanjat pokok kelapa, kerana menurutnya kerja itu teduh dan berangin pula. Itupun Mat Jenin hanyalah mengambil upah memanjat pokok kelapa apabila dia memerlukan duit belanja.
Tersebutlah pada suatu hari nasib Mat Jenin tidak begitu baik kerana tidak ada orang yang ingin membayar makan-minumnya maka terpaksalah dia mencari-cari sesiapa yang ingin mengupahnya memanjat pokok kelapa. Tetapi lebih malang lagi nasibnya itu, pada hari itu dia tidak berjumpa dengan sesiapa yang memerlukan kelapanya dipetik maka terpaksalah dia merayau-rayau sekeliling kampung dalam keadaan kelaparan. Sedang dia duduk berfikir-fikir seorang diri tentang apa yang perlu dilakukannya maka nampaklah olehnya seorang nenek tua sedang mendongak-dongak ke atas melihat-lihat buah kelapa.
"Nenek nak kelapa? Saya boleh tolong panjatkan." sapa Mat Jenin
Nenek itu berpaling ke arah Mat Jenin "Memang nenek mencari buah kelapa untuk memasak. Bolehke cucu tolong petikkan untuk nenek?"
"Sudah tentu boleh nenek. tetapi apa yang nenek boleh berikan kepada cucu sekiranya cucu tolong petikkan buah kelapa nenek." tanya Mat Jenin.
Jawab nenek tua itu, "Nenek tak ada banyak benda nak nenek beri. Tetapi kalau cucu sanggup petikkan buah kelapa ini untuk nenek, bolehlah cucu makan sekali dengan nenek. Lagipun nenek boleh berikan beberapa biji telur ayam untuk cucu."
"Saya nak buat apa telur ayam tu." kata Mat Jenin.
"Telur ayam ini kalau cucu eramkan, nanti akan menetas. Bolehlah cucu membela ayam." Jawab nenek itu lagi.
Mat Jenin duduk berfikir sejenak di dalam hatinya, kalau telur itu menetas sudah tentu aku akan dapat membela ayam untuk aku jual. " Baiklah nenek, sangguplah saya memanjat kelapa ini untuk nenek."
Setelah berkata demikian, maka Mat Jenin pun mulalah memanjat pokok kelapa itu. Ketika mula hendak memanjat itu, dia asik berfikir tentang kata-kata nenek itu maka hatinya bertambah girang. "Kalau aku eramkan telur-telur itu tentulah telur-telur itu menetas. Bolehlah aku biarkan ayam-ayam itu sekeliling
gerubuk aku sehingga besar. Apabila sudah besar bolehlah aku makan." Setelah berfikir demikian, dia pun berpaling kepada nenek itu dan berkata "Kalau telur-telur itu menetas bolehlah saya makan ayamkan, nenek?"
Nenek tua itu kehairanan tetapi terus sahaja menjawab "Betul cu."
Sambil Mat Jenin berangan-angan, dia terus memanjat pokok kelapa itu semakin tinggi.
"Tetapi kalau aku biarkan ayam-ayam itu bertelur tentulah semakin banyak ayam-ayam aku membiak. Jadi tentunya aku akan dapat banyak daging dan telur untuk aku makan. Tetapi kalau terlalu banyak tentu susah aku menjaganya. Jadi baik aku tukarkan ayam-ayam itu dengan kambing tentu lebih beruntung.
Bolehlah aku biarkan kambing-kambing itu mencari makan di keliling gerubuk aku. Tak perlu aku bersusah payah memanjat pokok kelapa lagi. lagipun tidak perlulah aku risau-risaukan menjaga ayam-ayam itu banyak-banyak." fikirnya lagi. Setelah berfikir demikian, diapun berpaling kepada nenek itu dan berkata "Kalau ayam-ayam itu saya jual bolehlah saya dapatkan kambingkan, nenek?"
Nenek tua itu berasa geli hati mendengarkan kata-kata Mat Jenin itu tetapi dia terus menjawab "Betul tu cu."
Mat Jenin memanjat semakin tinggi, sambil itu dia berangan-angan semakin tinggi, "Kalau aku sudah banyak kambing, aku akan tukarkan dengan lembu pula. Lagipun lembu itu lebih gemuk dan banyak dagingnya. Tentu aku bertambah kaya dan di hormati orang." Sekali lagi dia menoleh kebawah melihat nenek itu, "Kalau saya tukarkan kambing itu dengan lembu tentu lagi baikkan, nenek." dia menjerit kebawah.
Nenek itu terus menjawab "Betul tu cu." sambil tersenyum-senyum, menampakkan gusinya yang tidak bergigi itu. Nasib baik Mat Jenin sudah jauh di atas pokok kelapa dan tidak nampak nenek itu mentertawakan dia.
Mat Jenin semakin kuat berangan-angan, "Kalau aku sudah dapat membela lembu, tentu aku dapat mengupah orang untuk menjaga lembu-lembu itu sehingga beranak pinak. Jadi aku akan dapat lebih banyak lembu, aku akan jadi kaya. Tak perlulah aku berkerja lagi susah payah. Bolehlah aku membela kerbau pula nanti." Sekali lagi dia memekik kebawah, "Nenek! kalau saya sudah banyak lembu bolehlah saya tukarkan dengan kerbau pula ye, nenek. Kayalah saya masa itu."
Sekali lagi nenek itu menjawap, "Betul tu cu."
"Kalau cu sudah kaya bolehlah cucu berkahwin." tambahnya lagi.
Mat Jenin mengangguk-anggukkan kepalanya, "Kawin!" Dia terus memanjat semakin tinggi meninggalkan nenek itu sayu-sayu di bawah sana.
YYa, kalau selama ini tidak ada perempuan yang ingin memandang mukanya kerana kemiskinannya, tentu akan berebut-rebutlah perempuan yang gilakannya setelah dia kaya nanti. Tetapi, masa itu dia tidak akan melayan perempuan- perempuan itu. Dia sudahpun kaya dan tentu dia dapat memilih siapa calon isterinya nanti.
Ya! Ya! dia sudah tentu memilih isterinya dari perempuan-perempuan yang istimewa. Dia akan memilih puteri raja. "Nenek! Saya akan kahwin dengan puteri raja." jeritnya ke bawah. Jawapan nenek itu hanya sayu-sayu, tidak didengarinya kerana dia sudahpun tinggi di atas pokok kelapa.
"Tentu aku akan mempunyai ramai anak." fikirnya lagi sambil tersenyum- senyum. "Dan mereka akan berlari-lari membuat bising. Isteri aku tentu akan mengidamkan perhiasan emas dan meminta dari aku. tetapi aku tidak akan beri. Kalau dia membuat bising, tentu aku akan tampar dia seperti ini." Serentak dengan itu Mat Jenin melepaskan pelukannya dan menampar pelepah kelapa itu sambil menengking "Jangan nak mengada mintak barang kemas dari aku.", dan ketika itu bertempiaranlah seekor tupai yang sedang menyorok di celah pelepah kelapa itu, mengejutkan Mat Jenin dari angan-angannya itu.
Mat Jenin terkejut besar sehinggakan terlepaslah pegangannya dari pokok kelapa itu. Maka jatuhlah dia dari pokok kelapa itu sampai ke bawah, berdebuk seperti buah kelapa tua yang luruh bunyinya. Terkejutlah nenek tua itu melihatkan Mat Jenin terjatuh dan bersegeralah dia meluru untuk memberikan pertolongan, malangnya Mat Jenin telah mati di situ juga. Maka dengan itu tamatlah riwayat Mat Jenin yang terlampau suka berangan-angan sehinggakan menjadi mangsa angan-angannya itu sendiri.
Demikianlah diceritakan orang kisah Mat Jenin yang malang.source from:http://w3.spancity.com/yosri/HikayatMatJenin.htm#Kandungan

